Kamis, 09 Maret 2017

Belajar menimbang 100 gram Kelas 2 SD Al Falah Darussalam

Pelajaran menimbang kali ini murid-murid kelas 2B TA 2016-2017 kuajak untuk menimbang kue kering. Mereka belajar menggunakan timbangan kue dan menimbang kue kering seberat 100 gram. Bagaimana mereka menimbang. Silahkan lihat video dengan link di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=VtPulkUiuug

Mannequin Challenge 2B Class SD Al Falah Darussalam

Hmmm bicara mannequin challenge memang seru. Begitu juga dengan murid-muridku kelas 2B TA 2016-2017 mereka sangat antusias saat aku ajak untuk lomba menjadi patung. Mereka aku beri penjelasan bahwa kegiatan ini juga ada manfaatnya lho, kalian belajar sabar, juga tenang dan hati-hati. Akupun memberi instruksi tanda bahwa mannequin challenge dimulai yaitu satuuuuu duaaaa tigaaaa freeze!
Zleb

Penasaran dengan hasilnya. Silahkan buka link di bawah ini.
https://www.youtube.com/watch?v=LSdB66iAAOM&spfreload=5

Kreasi 3 dimensi kelas 2 SD Al Falah Darussalam

Ujian Tengah Semester 2 atau biasa disebut Midtest telah selesai dijalani siswa kelas 1 dan 2 SD Al Falah Darussalam. Hari Kamis adalah hari untuk mereka siswa yang harus ikut ujian susulan. Alhamdulillah murid-murid kelas 2B TA 2016-2017 semua telah mengikuti ujian dengan baik. Dan inilah saatnya mereka berkreasi. Ya aku meminta mereka untuk membawa plastisin minimal 1 pack yang berisi plastisin warna-warni. “Anak-anak besok kalian akan membuat kreasi 3 dimensi” seruku saat itu. “Horeeeeeee!” teriak mereka serempak.

Nah penasaran dengan hasil kreasi mereka? Silahkan buka link di bawah ini.

Sabtu, 11 Februari 2017

Hymne Al Falah Darussalam

Hymne SD Al Falah Darussalam

Tabarokallah. Semoga Allah memberkahi Nafisah Jasmine Shabirah. Kini sudah menginjak kelas 5 SD. Pada kegiatan sekolah Performance Day yang diadakan di Mall Cito Surabaya 22 Januari 2017. Jasmine bersama teman-temannya kelas 5D membawakan Hymne Al Falah Darussalam dan menjadi tampilan awal atau pembuka. Suara yang merdu dan kompak menambah syahdu suasana atrium Cito. Derap langkahmu selalu mendapat support dan doa dari mama dan ayah. La haula wa quata illa billah. Robbi habli minasholihin. Aamiiiin.


Gunung Meletus SD Al Falah Darussalam

Simulasi Gunung Meletus


Kelas 2B TA 2016-2017 mempunyai pengalaman simulasi membuat gunung berapi. Wow… kebayang khan bagaimana asyiknya membuat simulasi gunung berapi? Ya anak-anak terlihat sangat senang, antusias dan tertib. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 hari. Hari pertama anak-anak menyobek kertas koran. Hari ke dua mereka membuat bubur kertas koran sekaligus memerasnya dan membuat gunung. Hari ketiga baru membuat simulasi gunung berapi. Mereka membuat magma dengan beberapa bahan. silahkan lihat link di bawah ini.















Senin, 23 Januari 2017

Performance Day Al Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo

Performance Day Al Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo
Pada tanggal 22 Januari 2017 bertepatan pada hari Minggu, SD Al Falah Darussalam ikut meramaikan atrium City of Tomorrow Surabaya. Seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 5 menampilkan aksi gaya mereka di panggung. 
Islamic Student Fair yang diadakan oleh majalah Nurani ini diikuti oleh lebih dari 10 stan sekolah islam ternama di Surabaya dan Sidoarjo. Setiap sekolah menampilkan kretifitas siswa-siswinya.
Bagaimana tampilan kelasku (Kelas 2B) ?
Nah, ini ceritanya…
Kelas 2B menampilkan gerak, lagu dan puisi. Judul lagunya Menggapai Cita-Cita. Kostum yang mereka kenakan adalah baju profesi sesuai dengan cita-cita mereka. Wajah-wajah muridku terlihat sangat berbinar-binar. Ada yang memakai kostum dokter, ada juga guru, pembalab, professor, scientists, TNI, chef dan pemain sepak bola atau soccer player.
Tak sia-sia aku melatih mereka selama 2 minggu untuk persiapan pentas. Mulai dari pemilihan lagu, membuat gerakan yang pas dan mengajarkan kepada murid-muridku.
Banyak kejadian lucu saat berlatih. Namanya juga anak-anak… mereka bukan miniatur orang dewasa… jadi aku hanya tersenyum sambil terus mengarahkan dengan tetap disiplin waktu saat berlatih.


Alhamdulillahirobbil’alamin






Me and my cute students

Lagu Menggapai Cita - Cita

https://www.youtube.com/watch?v=MW_eqWahyyw

Dengan bismillah aku awali. Kutentukan cita-citaku. Dengan restumu ayah dan ibu ku pasti bisa gapai citaku setinggi angkasaaaa... 
Potongan lirik lagu Menggapai Cita-Cita yang menggetarkan panggung atrium City of Tomorrow Surabaya.
We Never Give Up !






Sabtu, 10 September 2016

Belajar Menjadi Orang Tua Bijak

RESENSI BUKU
Judul Buku      :  Yuk, Jadi Orang Tua Shalih! Sebelum Meminta Anak Shalih
Penerbit   :  PT. Mizan Pustaka
Penulis           :  Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
I S B N         :  978-602-9255-93-5
Cetakan   :  1, Edisi Baru
Tanggal Terbit :  April 2014
Jumlah Halaman:  266
Text Bahasa   :  Indonesia


Bismillahirrohmanirrohim
Orangtua biasa, memberi tahu …

Orangtua baik, menjelaskan …

Orangtua bijak, meneladani …

Orangtua cerdas, menginspirasi …


Sementara itu sebagaimana dikutib dalam buku ini bahwa faktanya banyak orangtua mengupayakan banyak hal agar anak dapat mewujudkan harapan mereka, seperti:
*    Mengurangi waktu bermain.
*    Menyekolahkan lebih awal, paling awal.
*    Mengikutkannya pada aneka les atau kursus.
*    Mengikutkannya pada lomba-lomba.
*    Menekankan pentingnya nilai, ranking dan kemenangan.
*    Menambah jam belajar ketika terjadi penurunan prestasi.
*    Mengikutkannya dalam bimbingan belajar.
*    Mematok jalur khusus untuk pendidikan anak; dari SD hingga perguruan tinggi favorit.
*    Menggunakan cara-cara kontraproduktif ketika anak tampak malas: menasihati, menyuruh, menceramahi, atau mengomel.
Tak heran jika anak selanjutnya mengalami hal-hal berikut:
Keengganan, kemalasan, kebosanan, kejenuhan, stres, kemacetan, ketidakmandirian, kurang bergaul, tidak bahagia, kurang motivasi dan anti sosial.
Semua permasalahan itu insya Allah bisa dihindari, atau kalau sudah terlanjur terjadi, bisa diperbaiki. Orangtua shalih bisa melakukannya dengan menggunakan karunia belajarnya. Allah Swt telah membekali setiap insan kemampuan untuk belajar mengikuti tahap perkembangan tertentu.
Setiap Ayah-Bunda mendambakan anak shalih. Itulah hadiah terindah bagi setiap orangtua. Tapi bagaimanakah caranya mendapatkan anak yang shalih?
Buku ini hadir untuk menjawab pertanyaan itu, dengan beranjak dari keyakinan bahwa diperlukan orangtua shalih untuk menghasilkan anak shalih. Ayah-Bunda bisa menjadi orangtua shalih dengan cara memaksimalkan lima karunia yang telah dimiliki: karunia belajar, karunia konsistensi, karunia kiblat, karunia mendengarkan, dan karunia al-shaff√Ęt.
Seperti dikutip pada buku ini, bahwa karunia belajar adalah Ayah-Bunda, belajarlah bagaimana anak belajar. Mari kita manfaatkan karunia belajar itu untuk mempelajari perkembangan anak. Sebagai contoh, diyakini oleh sebagian pakar bahwa merangkak merupakan tahap yang harus dilalui bayi sebelum bisa berjalan. Merangkak menguatkan otot-otot kaki dan menstimulasi otak untuk mengembangkan syaraf-syaraf penglihatan yang diperlukan demi kecakapan membaca dan menulis kelak. Benar bahwa segala sesuatu ada waktunya.
Karunia konsistensi adalah “tidak” berarti “tidak”. Orangtua shalih harus konsisten dalam aturan, rutinitas, antara kata dan perbuatan orangtua, dalam larangan hingga pula konsistensi dengan orang tua yang berpisah. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan –QS Al Shaff (61) : 2-3.
Karunia kiblat adalah kita menuju arah yang kita fokuskan. Fokus pada perilaku baik anak, kelebihan-kelebihannya, fokus pada solusi, bukan masalah dan fokus pada hasil yang ingin dicapai bukan pada penyebab kegagalan. Orangtua shalih akan berhati-hati dalam berbicara kepada anak, waspadai pujian kosong yang memberikan kebanggaan semu. Sejak anak masih ditimang-timang, hindari sebutan yang berlebihan untuknya. Sebutan anak paling cantik, ganteng, pintar sedunia diganti menjadi pengakuan bahwa dia istimewa bagi Ayah-Bunda, bahwa dia anugerah terindah dari Allah, bahwa Ayah-Bunda bersyukur memilikinya.
Karunia mendengarkan adalah empati dan aktif. Orangtua shalih mendengarkan diri sendiri, pasangannya dan mendengarkan anak. Orangtua shalih bisa menjadi tempat curahan hati. Dan orangtua shalih bersama anak, bukan di dekat anak. Dan sungguh, akan kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah –QS Al A’raf (7) : 179.
Karunia al-shaffat adalah orangtua shalih berkomunikasi dengan melibatkan anak. Nabi Ibrahim as meminta pendapat putranya terlebih dahulu sebelum melaksanankan perintah Allah Swt. Sebuah teladan yang sangat berdasar karena status kita sebagai orangtua tidak membuat kita berkuasa penuh atas diri anak dan kehidupannya. Dan status anakpun tidak menjadikan anak objek yang tidak berdaya. Anak memiliki pemikiran, kehendak dan kecenderungan sendiri sehingga komunikasi dengan orangtua baru akan berjalan baik jika kedua pihak sama-sama terlibat. Mengabaikan anak berarti Ayah-Bunda adalah orangtua yang otoriter. Melibatkan anak akan menjadikan Ayah-Bunda adalah orangtua otoritatif.
Ditulis oleh seorang trainer yang menekuni dunia keayahbundaan, buku ini lengkap dengan teori, contoh kasus, dan cara menyelesaikan masalah yang akan membimbing Ayah-Bunda dalam mengatasi berbagai kesulitan mengasuh anak.
Dengan membaca buku ini, insya Allah, Ayah-Bunda akan bisa mewujudkan cita-cita menjadi orangtua yang baik, bijak, dan cerdas. Sebuah perwujudan ikhtiar Ayah-Bunda untuk memiliki anak-anak yang shalih.
Mendidik anak-anak tanpa panduan, buku manual, atau petunjuk pelaksanaan, sudah pasti membuat banyak orang tua seperti meraba-raba dalam gelap. Mereka membesarkan anak dengan cara trial and error. Jika anak berperilaku baik, memang sudah sepatutnya begitu. Jika hari ini dia membuat masalah, dicobalah berbagai omelan agar anak mau patuh. Ketika cara itu berhasil, esok cara itupun diulang. Tapi ketika omelan tiba-tiba tidak mempan lagi, memarahipun dicoba. Dan ketika dimarahi tidak cukup lagi, anak semakin membangkang, tangan orangtuapun melayang. Awalnya hanya sentilan pelan, lalu cubitan menyakitkan, dan dengan mudah, itupun meningkat menjadi tamparan keras. Demikianlah seterusnya, sehingga cara asuh seperti itu menjadi pola tetap.
Jika jujur kepada diri sendiri dan mengamati sekeliling, kita dapat melihat bahwa pola-pola usang jelas tidak efektif, bahkan diam-diam merusak.
Mudah sekali kita mempersalahkan faktor-faktor di luar rumah, seperti lingkungan dan media, untuk permasalahan anak yang semakin beragam dan kompleks. Ketika anak mogok sekolah, minggat dari rumah, terlibat perkelahian, kecanduan narkoba, dan sebagainya, tak banyak orangtua yang menyadari dan mengakui bahwa bibit permasalahannya didapat, disiram, dipupuk, dan ditumbuhsuburkan di rumah. Ya, segalanya diawali di rumah.
Menjadi orangtua cerdas tentu saja bukan hal yang mudah. Yang pertama harus dilakukan adalah menanggalkan pola-pola usang. Mempelajari pola-pola baru. Mempraktekkannya dengan penuh kesadaran. Membiasakannya tanpa lelah dan putus asa. Terkadang hasilnya langsung terlihat dan terasa, tapi sering, perubahan baru terjadi setelah lama berjuang agar tidak tergelincir kembali ke pola lama.
Dengan membangkitkan dan menerapkan kelima karunia yang ditulis dalam buku ini, insya Allah Ayah-Bunda akan menjadi orangtua cerdas. Dan ketika Ayah-Bunda membarenginya dengan pola asuh yang diteladankan Rasulullah Saw, lalu menerapkannya dalam koridor keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, Ayah-Bunda akan menjadi orangtua shalih, yang akan menghasilkan anak-anak shalih. Insya Allah.


Translate

Blogger templates

Pengikut

Template by:

Free Blog Templates